review
Showing posts with label review. Show all posts

November 11, 2018

The Turkish Delight

It took me a while to decide whether I should write in Indonesian or English. I honestly prefer Indonesian, since I am used to telling my traveling stories in my own native language. Gives me more flexibility to express my feelings and thoughts. Still, knowing that writing in English might be more helpful to wider audience, I chose English in the end. For this one.

Because I found it soooo hard to find legit information and reviews about Turkey! I had a Turkish holiday two weeks ago. Spent 8 days travelling around the country; visiting Istanbul, went all the way to Kudasasi, Selcuk, Kapadokya, Konya, Ankara, and back to the European side.

My mother and I initially planned to go on our own and use our self-made itinerary. We browsed and browsed and browsed, trying to arrange a solid travel plan. No luck. The major difficulty was finding a detailed, updated information about Turkey's public transportation, both inside and between cities. Since we did not want to take the risk of getting lost in our way, we ended up registering ourselves for a tour.

So.. with a sincere desire to share, I hope this post can be of use for anyone who is planning to travel to Turkey. And who knows may also change your mind to consider making Turkey your next holiday destination and not other countries! :)

May 13, 2017

Chasing Yoko Shimomura: Kingdom Hearts Orchestra World Tour

Something spectacular happened last week in the honor of celebrating Kingdom Hearts series' 15th anniversary!

Pada Minggu 7 Mei 2017 lalu, saya dan sepupu saya bareng-bareng nonton Kingdom Hearts Orchestra World Tour di Singapura. Konser tersebut adalah konser official musik-musiknya Kingdom Hearts (dan world tour concert perdananya juga!). I never thought I would go to Singapore again this quick for another concert, considering the fact that I barely went to Singapore for Distant Worlds concert last December (click here to read the story). But there I was in the concert hall, completely enjoying the moment, nggak nyesel sama sekali telah merelakan segenap uang tabungan dan meninggalkan skripsi sejenak demi..

KETEMU YOKO SHIMOMURA!

April 9, 2017

Your Recommended Dose of Slice of Life

Although it's hard not to be stressed out from writing undergrad thesis, I still manage to distract myself by doing stress relieving activities. You name it; from going to the cinema and attending gigs to taking part in the Last Performance (by the way, it was a huge success, feeling so proud!). Watching movies and reading mangas are also on the list. So in this post, I would like to talk about these one film and manga that gave me a quite lasting, deep impression.

December 9, 2016

Reaching Distant Worlds

Sawadee ka!

Halo semuanya! Pada kesempatan kali ini, saya mau ceritain pengalaman spesial saya.. yang mungkin udah bisa ketauan dari judul postnya sendiri, sih. Yap, saya baru aja nonton Distant Worlds: Music from Final Fantasy Concert di Singapura pada 3 Desember 2016 kemarin! Lalala ulalala banget senangnya hatiku turun panas demamku deh.

Bagi teman-teman yang nggak ngeh Distant Worlds itu apa, here's a quick summary. Distant Worlds adalah salah satu konser official musik-musiknya Final Fantasy. Konser ini udah ada sejak 2007 dan digelar di berbagai negara, misalnya di Amerika, Prancis, Jepang, Swedia, Kanada, Inggris, Australia, dan lainnya--termasuk Singapura. Nah, Distant Worlds terakhir kali menjejakkan kakinya di Singapura tujuh tahun lalu. Terus tahun ini mereka akhirnya ke Singapura lagi for the first ever after seven years!


June 16, 2011

Junior Masterchef Australia



Siapa sih yang nggak tau Junior Masterchef Australia? Acara televisi yang satu ini jadi acara masak terfavorit di Australia. Dan nggak hanya digemari sama orang-orang dari negeri kangguru sana aja loh, pokoknya bener-bener loved by millions deh. Junior Masterchef Australia ini merupakan spin-off nya Masterchef Australia. Kalau Masterchef Australia diikuti sama para grown-up cooks, bisa ditebak kan Junior Masterchef ini diikutin sama siapa aja? Yap, diikuti sama anak-anak kecil usia 8-12 tahun! Bahas yok bahaaaas..


Pertama-tama.. Kita kenalan dulu sama para jurinya yang sangat baik hati.
prok prok prok..

Dari sebelah kiri, ada Gary Mehigan, Anna Gare, George Calombaris, dan Matt Preston. Untuk posisi sebagai juri dan kalau dibandingkan sama juri Masterchef US, para juri dari Junior Masterchef Australia ini adalah jelmaan malaikat. Sumpah baik banget. Pandai memuji namun tetap objektif, dan kalo menyampaikan kritik saran bener-bener halus dan sangat membangun. Mungkin karena berhadapan sama anak kecil kali ya jadi pada baik.. Tapi di Masterchef Australia juga kehitungnya masih baik ah.

Lalu kita lanjut ke para kontestannya..

Dari kiri belakang ada Pierre, Jack, Sam, dua bersaudari Isabella dan Sofia, Alex, Emily, dan Cassidy. Dari kiri depan ada Nick, Sienna, Anthony, dan Lucy. Mereka semua adalah 12 besar Junior Masterchef Australia season 1, masih berusia 8-12 tahun, masih pada bocah, tapi semuanya SANGAT JAGO MASAK. Dibanding mereka semua aku ini pecundang sejati. Mulai dari appetizer sampe dessert standar hotel bintang 5, semuanya bisa mereka buat. Bener-bener sulit dipercaya..

TAPI KEREN ATULAH. This is the best cooking show I've ever watched in my entire life. So far, sih. Ah udahlah pokoknya keren!!


Juri favorit gue tak lain adalah Anna Gare. Sebenernya keempat juri Junior Masterchef Australia oke-oke sih. Lucu, kocak, baik pula. Tapi gue paling demen sama Anna Gare. Kenapa? Pertama, nama kami berdua sama. Kedua, orangnya sederhana tapi cantik kayak lady. Jadi demen deh. Anna Gare ini celebrity chef, tapi sampe sekarang gue belum pernah liat dia masak langsung sih..

gorgeous omg

Kalo juri yang paling menarik sih mungkin Matt Preston. Soalnya perawakan doi lucu banget, imej food critics nya bener-bener melekat. Malah kalo diperhatiin doi ini mirip sama juri festival masak di game Harvest Moon Back to Nature.




Mirip kan? Halah kurang topi sama kacamata doang.


Kalo kontestan favorit, pilihan gue tentu saja jatuh pada PIERRE! Selain Pierre gue juga suka banget sama Jack dan Sofia. Kenapa?? Tentu saja karena PIERRE SANGAT GANTENG. OMG PIERRE FOR GOD'S SAKE WHY SO HANDSOME. Selain itu orangnya kalem, dan pas ada team challenge, jiwa kepemimpinannya terlihat banget. Masaknya pun nggak usah dibahas lagi. Udah jago sumpah aduh Pierre aku cinta.

Masakan Pierre di dapur Masterchef yang paling memorable bagi gue adalah saat dia masak pie daging domba pake bayam. Bener-bener cantik banget!! Ngeliat anak umur 12 tahun udah bisa bikin pie secantik itu asli bikin gila.

The handsome one


Lanjut lagi pada kontestan favorit selanjutnya, Jack. Orangnya tinggi gede tapi imut sekali, soalnya kalo ngomong bener-bener kayak anak kecil dan kalo senyum lucu banget. Kalo udah masak idenya ada-ada aja. Menurut gue dia ini kontestan paling kreatif lah.

Masakan yang memorable dari Jack itu, sama kayak Pierre, waktu dia bikin pie. Ceritanya pie ini kayak truk tabrakan terus isinya berceceran. Di kanan dan kirinya ada jamur kecil dan sayuran yang dibentuk kayak pepohonan. And he used edible soil. Seriously. Inilah yang gue bilang sebagai kreatif. Brilian sekali.

Jack jadi runner up di Junior Masterchef Australia season 1 loh.

ROFL Jack your faceeee


Sofia adalah kontestan favorit gue yang terakhir. Dia ini saudara kembarnya pemenang Junior Masterchef Australia pertama, Isabella. Kemampuan masaknya lebih jago dibanding Pierre dan Jack. Orangnya cantik dan kalem. Gue suka banget pembawaan dia kalo lagi masak.

Inget banget deh waktu dia bikin doughnut goreng yang bukan kayak donat biasa. Juri tamu sampe bilang 'kita bisa tukar resep ga? saya ingin resep kue yang kamu buat itu'. Gue pengen coba makan doughnutnyaaa menggoda iman banget hiks.

The pretty one


Pokoknya Junior Masterchef Australia rocks. Kapan ya ogud bisa masak.. Waktu temen gue ultah tanggal 4 Juni kemaren aja gue baru bisa mecahin telor. Serius.

June 15, 2011

Exam is Finally Over (Again)

Halo semuaaaaaa! Wow gue nggak update blog tiga bulan! Sebenernya banyak sih yang mau diceritain, tapi nggak tau aja harus ceritanya kayak apa.. Blog pun terbengkalai. Kalo Nina sama Faikar nggak protes soal ini, mungkin gue nggak akan update blog sekarang. Jadi, selain buat temen-temen semuanya, postingan kali ini gue persembahkan khusus bagi mereka berdua. Enjoy, guys! ;)

So.. Exam is finally over. Again. Berbeda dengan ujian akhir semester satu kemaren yang gue ulas dengan lengkap di postingan bulan Desember, ujian akhir semester kali ini terasa hambar. Nggak suram-suram amat sih, cuma hambar aja. Nggak gitu asyik dan menarik. Cerita dikit-dikit aja deh yaa.



Pas ujian kemaren, anak kelas X digabung sama anak kelas XI. Lumayan lah nambah temen di kelas, jadi nggak kosong-kosong amat. Kerjasama pun jadi lebih mudah dan solid. Oke tadi itu jujur sekali. Tapi da emang beneeeer HAHA sayangnya tempat duduk gue nggak strategis.. Padahal di pojok paling belakang loh..

Ujian yang sangat memorable bagi gue adalah Bahasa Sunda, Bahasa Jerman, dan TOEIC. Kenapa? Bahasa Sunda materinya ngafalin aksara Sunda. Sial banget, gue bener-bener nggak hafal satu aksara pun. Pas ngerjain modul semester kemaren kan gue minjem jawaban punya temen buat dicontek liat contohnya kayak gimana, jadi nggak ngerjain sendiri dan nggak ngerti apa-apa. Eh giliran ujian semester dua malah ada materi aksara. Mampus. Yang waktu itu ngerjain modul sendiri aja belum tentu masih inget.

Ini adalah perbincangan klasik sehari sebelum ujian Bahasa Sunda.

A : Aksara Sunda gimana?
B : Nggak tau deh.. Ngafalin juga dari mana..
A : Yaudah liat besok aja lah
B : Udah lah ngacapruk aja jawabnya!

Kintan malah punya ide yang sangat brilian. Daripada harus ngafalin aksara Sunda nggak jelas, dia lebih memilih untuk ngafalin tulisan yang ada di bungkus koyo. Katanya tulisan di bungkus koyo itu mirip-mirip kayak aksara Sunda, jadi nggak akan ada yang nyadar.


Dan tau nggak sih! Ujian Bahasa Jerman gampang banget lah HAHAHA SERIUS GAMPANG. Dibanding soal ujian semester kemaren, ujian semester kali ini jauh lebih mudah. Gue baru belajar (ralat : baca-baca doang) materi ujiannya 15 menit sebelum masuk kelas, dan dalam waktu setengah jam semua soal berhasil dikerjain. Gue merasa sangat keren.


TOEIC olab.

Sebenernya gue sangat suka belajar TOEIC karena menarik dan tepat sasaran, belajar grammar dari basic banget. Daripada belajar Bahasa Inggris yang dari SD sampe SMA cuma ngulang-ngulang 'How are you?' 'How do you do' sama 'I am fine, thank you' doang. Nggak heran orang-orang Indonesia sulit berkompetisi di era global, wong bisanya cuma ngomong itu doang. Nggak ada kemajuan.

Tapi ya kalo ujiannya 200 soal mabok juga. Bayangin aja harus ngebuletin LJK 200 soal sampe penuh. Udah mah tangan pegel, pensil tumpul, ngantuk denger sesi listeningnya.. MENGHITAMKAN LJK ITU PEMBODOHANNN OMG. Keluar ruangan ujian muka gue suram.
Akhirnya ujian selesai jugaaaaa hihi tapi tapitapi remed numpuk deh.


Sumpah ya, gue kesel banget sama sistem remedial selepas ujian semester di sekolahan. Murid-murid pada dateng ke sekolah tanpa tau kegiatan apa aja yang bakal ada. Boro-boro remedial, nilai aja masih simpang siur. Sekalinya ada berita remedial eh gurunya malah nggak bener. Contoh kongkret.

Guru : Besok remedial jam 7 di sekolah!
Murid : Siap Bu

Keesokan harinya murid dateng on time, guru ngaret tiga jam. Kampreto abis. Malah tadi siang gue mengalami kejadian yang lebih naas. Udah nunggu lama-lama buat ikut remedial sampe jam 12 siang, eh nggak taunya gue NGGAK REMEDIAL. Najisssssss hkjfghkhklhdgkjh. Jadi begini kronologisnya.

1. Gue sampe sekolah jam 7.15 pagi
2. Nganggur sampe jam 9 di kantin. Nggak ada nilai yang keluar dan nggak ada tanda-tanda bakal ada remedial
3. Giliran mau balik jam 9.15, eh dapet info bakal ada remedial Pkn jam 11. Kemaren-kemaren gue dapet info dapet remed. Yaudah
4. Gue tunggu sampe jam 11
5. Jam 11 remed nggak jalan-jalan. Gue samperin guru PKn di ruangannya
6. Beliau riweuh


Sialnya, guru PKn ini orangnya sangat kelemer-kelemer. Bukan tepok jidat lagi sama beliau mah. Udah facepalm. Sambil guling-guling malah kalo bisa. Jalan pikirannya susah dimengerti dan ngomongnya LAMA BANGET, entah karena emang terlalu kalem atau lola dari sananya. Jadi pas tadi gue tanya soal remed, beliau cuma bengong. Minta ampunnnnn..

7. Akhirnya gue keluar dari ruang guru
8. Temen ada yang ngabarin lagi. Katanya remed bakal diadakan kalo udah ada ruangan yang kosong. Jadi tunggu aja


Orang gila nunggu ruangan kosong! Ruangan mah nggak akan ada yang kosong mau ditunggu sampe sore juga! Mana gurunya diem aja lagi, nggak ada inisiatif buat gerebek ruang kelas. Makin males aja yang ada harus nunggu lama nggak ada kepastian.

9. Ada yang ngabarin lagi, ternyata udah ada ruangan kosong. Remed mau dimulai
10. Gue dan teman-teman (yang cuma beberapa dari sekian banyak) langsung ngibrit ke TKP
11. Gue dan teman-teman cengo liat TKP


It was a pure mess. A disaster. Anak-anak dari kelas X-1 sampe X-8 numplek disitu semua, random pula. Guru PKn sendiri dikeruminin sama murid-murid sambil mondar-mandir di depan kelas. Daripada diem nunggu nggak jelas, gue datengin aja deh gurunya. Ikut ngerecokin.

12. Gue mastiin nilai ujian PKn gue berapa. Ternyata diatas KKM
13. Karena masih nggak percaya dan bingung, akhirnya diem aja
14. Gara-gara murid nggak tertib dan gurunya nggak bawa soal (facepalm nggak sih), remed batal
15. Gue ngikutin guru ke ruang guru
16. Mastiin nilai lagi. Kali ini nilai final buat rapot
17. Pada akhirnya gue nggak remed

FFFFUUUFUFFFUUFUFUFUFFFFUUU. Jadi ngapain nunggu lama-lamaaa mending tidur di rumah!!

Gue pulang dengan hati gondok. Bener-bener nggak produktifffff.

March 3, 2011

You and Your Big Mouth

Gue cuma mau berbagi kisah tentang pentingnya berpikir matang sebelum berkata-kata.

Kalian tentunya nggak mau kan kalau buku kalian dicoret-coret dengan brutal oleh teman kalian sendiri? Jangan mau melakukan apa yang telah Andika - salah satu temen gue yang sedeng - lakukan.


Sebelum masuk kelas, seperti biasa gue dan kawan-kawan berleha-leha di kantin sekolah. Ada Sukma, Ifa, Andika, dan Ria. Dibilang berleha-leha juga nggak, sih. Kami lagi asyik nyontek PR sesama teman. Sampe akhirnya Andika nanya gini.


Andika : Eh kamu ngerjain PR apa? Emang Pkn ada PR?!
Ifa : Ada, Dik. LKS essay bab 2.
Gue : Banyak loh (sama sekali nggak membantu)


Setelah mendengar informasi dari Ifa, Andika cepat-cepat merogoh tasnya dan mengeluarkan LKS Pkn dari dalam sana. Dia ngebuka halaman yang dimaksud. Eh bukannya kalap kek, apa kek, dia malah ngeliatin halaman yang penuh sama soal essay (yang masih kosong melompong tanpa jawaban) itu dengan pandangan sangat meremehkan.


Terus dia nyeletuk 'Alah, gini doang!! Enam menit dua puluh detik juga selesai!' (agak lupa juga dia bilang berapa menit. pokoknya bukan lima menit. ngaco abis deh)

Gue waktu itu belum ngeh dia ngomong apaan, tapi bisa denger yang lain langsung ketawa. Eh nggak taunya Sukma ngutak-ngatik hapenya sendiri dan bilang gini..


Sukma : Bener yah dit enam menit dua puluh detik. Nih aku pasang timer.
Andika : HAH?! MA, kan cuma bercanda Ma!
Sukma : Eits, tidak bisaaa.
Ifa : Iya tuh, katanya enam menit dua puluh detik!
Gue : HAHAHAHAHA PUAS. Kalo nggak selesai 5000 yeh.


Andika pasrah. Sementara countdown timer terus bergerak, bukannya buru-buru ngerjain (walaupun semuanya udah tau kalau dia nggak akan bisa ngerjain semua soal essay itu dalam waktu enam menit dua puluh detik), dia malah terus-terusan menghela nafas nggak jelas. Sok-sok an cool kayak Morgan SM*SH.

Akhirnya.. Beneran nggak selesai.


Gue : HAHAHAHAHA 5000!!
Sukma : 5000!!
Ifa : Aku mau beli pempekkk!!
Andika : Yah.. Kalian mah, jangan taruhan dong! Kan nggak baik!!
Ifa : Da kamu mah harus diiming-iming sama uang dulu baru kerja!
Andika : ... Iya juga yah. Ah tapi enggak, ah!!
Gue : Enggak apanya. Kamu tuh kerjaannya ngeluh melulu tau nggak.
Andika : Ah..


Bukannya cepet-cepet bayar Rp5.000,00, eh dia malah minta tambahan waktu lagi.


Andika : Tambah deh! Lima detik aja!
Sukma : Hahahaha.
Andika : Pinjem pensil lah! Anna, pinjem pensil!
Gue : Di tas tuh, males ah ngambilnya.
Sukma : ... Jangan Na, jangan. Dia mah lima detik juga pasti mau nyoret-nyoret bukunya.
Gue, Ifa : HAH HAHAHAHAHAHAHA.
Andika : Ah Sukma nih tau ajah.


Kisah yang berawal hanya dari celetukan asal ini terus berlanjut hingga akhirnya gue mencoret-coret buku Andika dengan brutal dan diikuti oleh ketiga teman gue lainnya.


Gue : Sini aku aja yang ngisi LKS nya buat kamu Dik (nyoret)
Ifa : HAHAHAHAHAHA. PINJEM NA (nyoret juga)
Sukma : Aku aku aku mau nyoret! (nyoret juga)
Ria : Eh, pinjem dong (nyoret)
Gue : HAHAHAHAHAHAHA (nyoret lagi)
Ifa : (nyoret)
Sukma : (nyoret)
Ria : (nyoret)


Andika pasrah.

Lembar essay LKS Pkn nya pun penuh dengan coret-coretan pensil yang tebal dan semerawut. Hujatan macam 'MORGAN ABALAN', 'ANDIKA CACAT', gambar babi, gambar dakocan, sampai gambar smiley senyum yang ngaco abis bertebaran disana. Akhirnya Andika menghabiskan lima menit kedepan untuk menghapus semua coretan tersebut.




Andika bekerja dengan penghapusnya, bukan dengan pulpennya.


Dan setelah ngehapus, bukannya cepet-cepet dikerjain, dia malah pesen pempek telor.


Jadi teman-teman semuanya, jangan mau mengulangi kesalahan seperti apa yang Andika lakukan. Ingat! MULUTMU HARIMAUMU! Uoh!

January 4, 2011

Chibi Maruko-chan

Akhir-akhir ini, gue lagi keranjingan sama yang namanya Chibi Maruko-chan. Pada tau Chibi Maruko-chan, kan? Manga karya Momoko Sakura yang juga punya seri animasi dan live actionnya sendiri. Termasuk jadul, soalnya udah ada dari zaman gue masih bocah banget. Animasinya pernah ditayangkan sama stasiun TV swasta negeri kita.

Dulu sih gue nggak begitu suka Chibi Maruko-chan, walaupun emang lucu. Kebetulan di rumah gue ada TV kabel. Gue jadi rajin nonton animasinya akhir-akhir ini, yang versi Jepang. Dan asli deh, yang versi Jepang ini terasa jauh lebih lucu.

Disini gue ulas sedikit yak ;)



Chibi Maruko-chan mengisahkan tentang seorang siswi kelas 1 SD (atau 4? CMIIW) yang polos dan lugu bernama Momoko Sakura--biasa dipanggil Maruko. Maruko berasal dari keluarga sederhana. Ia tinggal bersama ayah, ibu, kakak perempuan, kakek, serta neneknya.

Sifat Maruko sebenarnya biasa saja seperti bocah-bocah pada umumnya. Banyak maunya, gampang penasaran, senang bermain, ngambek kalau keinginannya tak dipenuhi, serta gengsinya besar.

Ayahnya agak nyeleneh dan seenak jidat, ibunya tegas namun baik hati (walaupun lebih sering marah-marah saat Maruko bandel). Kakek dan neneknya begitu memanjakan Maruko (terlebih kakeknya), sementara sang kakak sangat pintar dan tenang.

Cerita Chibi Maruko-chan berfokus pada kehidupan sehari-hari Maruko, baik saat di rumah maupun di sekolah. Maruko mempunyai seorang sahabat yang sekelas dengannya, seorang gadis kecil berkacamata yang selalu dikepang dua, Tamae. Ada juga Maruo si ketua kelas, Hanawa yang kaya dan ladies man, Migiwa yang jelek dan centil, serta masih banyak lagi teman-temannya yang lain. Tentu saja semua punya sifat dan ciri khas masing-masing.

Simpel, tapi sungguh menggelitik. Itulah Chibi Maruko-chan. Komik, animasi, serta live action yang satu ini bisa membuka mata kita bahwa sebetulnya banyak sekali kejadian kecil lucu yang menghiasi hidup kita sehari-hari.


Makanya jangan galau. Bawa hepi aja laaah wakakakakaa

Tapi serius deh. Chibi Maruko-chan ini kocak. Waktu dulu gue nonton versi dubbed nya tiap minggu sih perasaan biasa aja, tapi begitu nonton yang versi bahasa Jepangnya ini, bawaannya ngakak terus. Mungkin karena VA nya lebih menjiwai, jadi karakter-karakternya terasa lebih berkesan.

Dan mengenai live actionnya, itu beneran ada. Castingnya oke banget, pas lah, nggak ngerusak Chibi Maruko-chan versi original. Gue kedapetan minjem DVD live action ini dari temen gue Nina sewaktu SMP. Gue jadi pengen pinjem lagi. Kocak asli. Nin, pinjem lagi dong.






HAHAHAHAHA ITU HANAWA SAMA SI KEPALA BAWANGNYA. ASLI CASTINGNYA BAGUS.

Gue bener-bener nggak pernah lupa sama satu episode di dorama itu. Ceritanya Sakiko, kakak Maruko, lagi ngefans-ngefansnya sama seorang artis. Begitu Maruko pulang sekolah dan masuk ke kamar, Sakiko langsung pamer tanda tangan artis yang diidolakannya tersebut. Terus Sakiko nyanyi-nyanyi sambil pasang pose yang nggak banget. Dia berakhir guling-guling di lantai kamar. Maruko cengo.

Kalian nggak bisa ngebayangin betapa ngakaknya gue waktu itu. Bagian Sakiko guling-gulingnya sampe gue rewind berkali-kali.


Selain karena ceritanya yang simpel namun ngena dan konyol, gue juga suka ngeliatin ekspresi para karakternya. Seriusan cileupeung banget. Gue sangat suka komik atau kartun yang wajah karakternya terlihat bego. Menurut gue, poin tersebut benar-benar menambah sisi humor daripada komik atau kartunnya.



Gue suka banget kalo Maruko udah pasang ekspresi kayak gitu. Bikin ngakak.


Episode animasi Chibi Maruko-chan yang terakhir gue nonton di TV adalah episode tentang American Cracker. Ceritanya sebuah mainan bernama American Cracker sedang ngetop-ngetopnya di sekolah Maruko. Singkatnya, saat Maruko dan sang kakek lagi belanja di departemen store buat beli mainan tersebut, Maruko ketemu sama Maruo dan ibunya Maruo.

Maruko : Eh Maruo! Lagi belanja juga ya?
Maruo : Begitulah.. Aku datang bersama Ibu. Ibuku sedang memilih American Cracker disana. Sakura-san datang sendiri? Jangan-jangan sedang nyasar ya!
Maruko : H-heee.. Tidak kok, aku datang bersama kakek. Kakek sedang lihat-lihat barang dulu (ini ngeles, padahal dia emang lagi nyasar, terpisah sama kakeknya)
Ibu Maruo : Maruo-kun! Ini dia American Cracker yang kamu inginkan!
Maruo : Wah.. Terima kasih, Ibunda! (sumpah dia sama ibunya lebay abis)
Ibu Maruo : Ibu telah memilih American Cracker terbaik dari tumpukan mainannya
Maruo : Terima kasih, Ibunda. Aku yakin, American Cracker pilihan Ibunda ini adalah yang terbaik
Maruko : (dalam hati) Sebenarnya semua sama saja, tapi terserah lah

Anjir. Gue ngakak.

Kalian mungkin nggak ngerti lucunya dimana. Kalian harus nonton sendiri biar tau.


Eniwei, selain itu, soundtrack Chibi Maruko-chan juga aneh bin ajaib banget. Gue sih hafal versi Indonesianya. Openingnya emang normal, nggak ada kesalahan. Tapi endingnya? Mungkin di versi Indonesia terlihat biasa saja, tapi kalo kalian denger yang versi Jepang, kalian akan cengo sendiri dan berakhir ngakak.

Tentu saja lirik dari versi Indonesia dan versi Jepangnya berbeda, walaupun nggak beda jauh. Percaya deh. Yang versi Jepang ini, asli nyeleneh abis. Sebenernya soundtrack Chibi Maruko-chan ini ada beberapa macam. Gue ambil yang satu ini. Kalian pasti tau.

Odoru Ponpokorin

Nan demo kan demo minna
Odori wo odotte iru yo
Onabe no naka kara BOWA tto
INCHIKI Oji-san toujou

Itsu datte wasurenai
Edison wa erai hito
Sonna no joushiki
Tattarararira

Piihyara piihyara
Pappaparapa
Piihyara piihyara
Pappaparapa
Piihyara piihyara
O heso ga chirari
Tattatararira

Piihyara piihyara
Pappaparapa
Piihyara piihyara
Odoru ponpokorin
Piihyara piihyara
Onaka ga hetta yo


Translate (berdasarkan subtitle channel TV dan pengetahuan sendiri)

Apapun, siapapun, semuanya
Sedang menari tarian
Bla bla bla
Bla bla bla

Aku tak pernah lupa
Edison itu orang hebat
Seperti akal sehat
Tattatararira

Piihyara piihyara
Pappaparapa
Piihyara piihyara
Pappaparapa
Piihyara piihyara
Aku bisa melihat pusarmu
Tattatararira

Piihyara piihyara
Pappaparapa
Piihyara piihyara
Menari ponpokorin
Piihyara pii
Perutku lapar sekali


Aneh kan?

Ah pokoknya mah buat yang lagi cari humor hiburan, gue sarankan buat nonton animasi atau live action Chibi Maruko-chan yang satu ini.

June 23, 2010

Imadoki!

halo semuanyaa~ kali ini saya ngga menyuguhkan random post kok

oke. setelah sekian lama menganggur (dalam artian ngga tau harus nonton apa dan baca buku apaan) akhirnya aku nemu sebuah komik yang menyentuh hati. judulnya Imadoki! karya Yuu Watase



Judul : Imadoki!
Komikus : Yuu Watase
Tahun terbit : 2000 (Jepang) dan 2002 (Indonesia)
Penerbit : Shogakukan Inc. dan M&C!
Jumlah seri : 5


ada yang udah pernah baca? buat yang udah baca maupun belum, silakan baca reviewku dibawah ini~ tenang aja. no spoiler kok

*****

cerita Imadoki berfokus pada kehidupan seorang remaja yang ceria dan penuh semangat hidup bernama Yamazaki Tanpopo. ia merupakan anak yatim piatu yang tinggal di Hokkaido bersama kakek dan neneknya. secara kebetulan, Tanpopo berhasil masuk ke sebuah sekolah elit Meio Gakuen di Tokyo. maka Tanpopo pun pindah ke Tokyo dan memulai hidup barunya di kota besar tersebut, tinggal berdua saja di sebuah apartemen sederhana bersama rubah peliharaannya, Poplar.

sehari sebelum tahun ajaran baru dimulai, Tanpopo yang iseng dan terlampau bersemangat mengunjungi Meio School tempatnya akan bersekolah nanti. karena gerbang sekolahnya ditutup, ia nekat menerobos masuk pakai sepeda. sialnya, pendaratan sepeda Tanpopo tidak begitu mulus. gadis polos itu pun menabrak seorang cowok yang tengah menanam bunga dandelion hingga keduanya babak belur.

cowok itu cakep sekali (wakakak ini sih suara hati reviewernya) dan walaupun terlihat dingin, Tanpopo dapat merasakan wangi hati cowok tersebut. setelah meminta maaf dan berkelakar tak jelas, akhirnya Tanpopo pulang ke rumah. karena ia lupa menamakan nama cowok yang tadi, ia pun menyebut cowok itu 'si sekop'. soalnya cowok itu bawa-bawa sekop.

alangkah terkejutnya Tanpopo ketika keesokan harinya, ia mengetahui bahwa cowok sekop yang kemarin itu adalah Kugyou Kouki, putra pemilik Meio School yang kaya raya. tapi Kugyou yang dijumpai Tanpopo hari itu berbeda jauh dengan Kugyou yang ia temui sehari sebelumnya. Kugyou tampak dingin, pendiam dan tetutup. Tanpopo pun berusaha mengajak ngobrol Kugyou dengan keceriaan dan antusiasmenya, tapi Kugyou hanya diam dan diam, bahkan mengaku tak mengingat ataupun mengenal Tanpopo.

Tanpopo pun sukses jadi bahan ledekan dan labrakan murid-murid satu sekolah karena sikapnya yang SKSD pada Kugyou tersebut.

namun akhirnya hati Kugyou luluh juga. ia dan Tanpopo pun berteman dan berencana membentuk sebuah klub berkebun. mereka berdua sangat menyukai bunga dan jadi lebih akrab. hal ini diam-diam memicu kecemburuan seorang siswi yang juga sekelas dengan mereka, Saionji Tsukiko. mulanya Tsukiko tampak sok manis dan berbaik hati membantu Tanpopo, namun ujung-ujungnya diketahui juga kalau putri keluarga kolongmerat Saionji tesebut mengincar Kugyou mati-matian.

dengan ini, anggota geng 'pecinta bunga' pun bertambah satu orang lagi. seorang gadis berkacamata dan berambut panjang - kalau sudah marah bisa menjelma jadi medusa.

belum puas dengan kedatangan Tsukiko si medusa, listrik di sekolah Meio mendadak padam. Meio School yang seluruh isinya bergantung pada teknologi pun jadi lumpuh. Kugyou dan Tanpopo yang kebetulan sedang berada dalam lift otomatis terkurung disana. akhirnya diketahui juga kalau lumpuhnya Meio School hari itu merupakan aksi iseng pembajakan sekolah yang dilakukan oleh Kyougoku Aoi, seorang phsyco (?) dan maniak komputer.

anggota geng 'pecinta bunga' bertambah lagi. kali ini masuklah seorang cowok urakan yang persis preman. walaupun begitu, ia jago dalam bidang komputer dan juga baik hati. sayangnya? obsesi phsyco.

rencana Tanpopo untuk mendirikan klub berkebun akhirnya didukung oleh Kugyou, Tsukiko, dan Kyougoku. Tanpopo ditemani Kugyou pun pergi ke ruang OSIS untuk meminta izin pada Ogata, sang ketua OSIS. Ogata mau-mau saja merestui pembuatan klub berkebun, namun dengan satu syarat; Tanpopo harus bisa menjaukan Ogata dari salah satu mantan pacarnya yang bernama Uchimura Arisa.

akan tetapi dan tanpa diduga, Uchimura Arisa sendiri ternyata sedang hamil! dan yang menghamilinya adalah ketua OSIS Ogata sendiri! jadi bagaimana kelanjutan kisah Tanpopo dan kawan-kawannya itu? berhasilkah mereka mendirikan klub berkebun? Tanpopo akhirnya sadar bahwa ia telah jatuh hati pada Kugyou, tapi ia harus menerima fakta bahwa Kugyou sudah punya tungangan - seorang putri keluarga terpandang bernama Yanahara Erika!

psst. Erika sendiri sebenarnya adalah tunangan kakak Kugyou yang sudah dua tahun minggat dari rumah. karena kakaknya itu tidak kunjung kembali, akhirnya ia dijodohkan dengan Kugyou Kouki si adik. jadi, akankah benang kusut ini terluruskan? silakan baca sendiri komiknya!

*****

apa yang aku suka dari komik ini adalah jalan ceritanya, menyentuh banget. tentang unbreakable friendship. walaupun mempunyai watak, penampilan dan latar belakang berbeda-beda, Tanpopo dan teman-temannya itu bisa bersahabat baik. bener-bener ngga bisa terlupakan deh salah satu quote dari Tanpopo yang satu ini :

bunga-bunga itu perlambang diri kita
kakekku pernah bilang; sakura adalah sakura,
azalea adalah azalea,
mereka semua tampak cantik karena berbeda
manusia juga sama seperti bunga, tak perlu tampak sama
setiap orang harus berusaha untuk mekar dan menampakkan keindahan sendiri-sendiri


touche
dari segi artwork, sebenarnya nothing special. aku pribadi beranggapan kalau gambarnya Yuu Watase masih belum stabil. tapi secara keseluruhan sih terbilang bagus, lah.. apalagi Kugyou Kouki nya itu loh charming banget hahaha

in conclusion, Imadoki ini termasuk list manga worth to read versi saya. temen-temen yang belum baca, aku rekomendasikan deh komik yang satu ini!

August 20, 2009

Fatal Frame Video Game Series

temen-temen pasti tau kan game-game bertema horor? ^^ yap, yang paling pertama melintas di pikiran pasti Resident Evil atau Silent Hill. keduanya udah terkenal banget. sebenernya masih banyak game-game bertema horor seru lainnya yang bisa bikin jantungan, lompat dari kursi, teriak-teriak, atau mungkin sampe bikin parno sendiri ^^
nah, kalo sekarang aku tanya.. game horor yang menurut kalian paling 'horor' apa?
kalo aku bakal jawab Fatal Frame series.



Fatal Frame adalah sebuah game ber genre horor dari Project Zero dengan PlayStation 2 dan X-Box sebagai platform nya. Sampai sekarang, Project Zero udah memproduksi empat seri Fatal Frame, yaitu Fatal Frame paling pertama (2001), Fatal Frame II : Crimson Butterfy (2003), Fatal Frame III : The Tormented (2005), dan yang terakhir Fatal Frame IV : Mask of the Lunar Eclipse yang baru dirilis tahun 2008 kemarin.

cerita dari Fatal Frame ini apa, sih?
setiap seri Fatal Frame berbeda cerita dan tokoh-tokohnya, namun selalu mengambil format yang sama; hantu-hantu Jepang, mansion tua Jepang, dan sebuah kamera tua ^^

pada umumnya, kamera itu dipake buat merekam atau mengabadikan momen-momen yang menyenangkan. iya ngga? kalo udah ketemu kamera, pasti si objek foto langsung berpose semanis mungkin, segokil mungkin, atau malah se konyol dan se memalukan mungkin ^^ tapi kalo di Fatal Frame, fungsi kamera ngga seperti itu. Kamera Obscura nya Fatal Frame ini digunakan buat memotret hantu-hantu yang nyeremin dan kasat mata
untuk postingan ini, aku mau ngambil cerita Fatal Frame III yang aku mainin aja, ya ^^


Fatal Frame III : The Tormented ini menceritakan tentang seorang cwe, fotografer muda berumur 23 tahun bernama Rei. dia ini punya tunangan yang cakep, namanya Yu. suatu malam saat mereka berdua naik mobil, Rei yang memegang kemudi malah mengantarkan keduanya dalam kecelakaan tragis yang menewaskan si fiancé.. sedih yah..

setelah kejadian itu, setiap malam Rei selalu mendapat mimpi dimana ia berada di sebuah mansion tua Jepang dan bertemu dengan sosok wanita bertatto. entah mengapa wanita bertatto tersebut malah menyerang Rei, dan saat Rei terbangun, ia menemukan tatto yang sama dengan wanita itu di tubuhnya sendiri! Rei pun sadar, mimpinya itu bukanlah mimpi biasa.. makin lama tatto di tubuh Rei kian meluas dan menimbulkan rasa yang teramat pedih. dan temen-temen tau ngga? Rei juga ngeliat dengan jelas kalo tunangannya yang udah meninggal, Yu, juga masuk ke dalam mansion tua itu!

nah, ketika Rei tengah menelusuri isi mansion tua tersebut dalam mimpi (yang benar-benar tampak nyata), ia menemukan sebuah kamera yang kemudian diketahui bernama Kamera Obscura. tapi bagian-bagian dari kamera tersebut banyak yang terlepas dan ngga semuanya lengkap, jadi ngga bisa digunakan. akhirnya Rei juga mengetahui kalau kamera itu bukanlah kamera 'biasa'..

temen-temen penasaran kelanjutan ceritanya? siapa sih si wanita bertatto itu? apa benar cwo yang Rei lihat masuk ke dalam mansion adalah tunangannya, Yu? kalo bener, kenapa Yu ada di sana? apa hubungan itu semua dengan Rei, dan juga dengan seorang wanita muda; satu-satunya korban kecelakaan pesawat tragis yang selamat, yang juga berada dalam mansion tua tersebut? silakan main game nyaaa ^^


game ini, buat aku, sumpah lebih menyeramkan dari Resident Evil! suasana horor nya bener-bener terasa dan bikin merinding disko. mansion tua Jepang yang nyeremin, hantu-hantu Jepang kayak sadako, anak kecil berkimono, kakek tua wajah memelas hingga bapak-bapak pembawa sabit tiba-tiba muncul dan bikin kaget!

gimana coba cara ngalahin atau bikin mereka menghilang? dengan memotret mereka! susah banget dan bikin kalap! masih mending kalo 'keberadaan' mereka 'jelas'.. kalo ketemu ibu-ibu ganas yang suka tiba-tiba hilang kalo mau dipotret, kita harus muter-muter cari angle yang bagus buat motret dia lagi. amd you know what's next? pas kamera kita puter ke belakang, dia udah siap di sana buat mengguncang-guncang tubuh kitaaa!!


bayangkan kalo kalian harus memotret hantu dari jarak segini, tanpa di zoom!!


the survival, wanita korban kecelakaan pesawat yang 'nyasar' ke mansion tua..


menjelajahi mansion tua seorang diri, ngga ada yang nemenin (kecuali hantu), cuma pake baju biasa, bawa kamera dan satu senter yang ngga gede..

pokoknya sumpah, game ini menyeramkan sekali.. buat temen-temen yang penakut, jangan main sendiri (saya jamin ngga bakal berani)
aku main game ini udah lumayan jauh, dulu.. udah ketemu banyak hantu-hantu ajib.. ngga taunya memory card ku corrupt dan datanya ilang semua.. karena stress dan putus asa, aku ngga mainin game nya lagi ^^

satu pengalaman yang memorable banget buat aku..
waktu lagi melintas di suatu koridor dengan banyak lilin di kanan kiri nya.. tiba-tiba..
VOILA!!
tiba-tiba muncul seorang kakek tua berbaju serba putih bawa-bawa arit ketika aku sampe di perempatan koridor! langsung saja aku teriak dan ngelempar stik. kakek itu langsung mukul-mukulin Rei pake arit nya! kalo ngga bertindak cepat, lama-lama Rei bisa kehabisan HP dan mati! buset daaaaah.. langsung aja gw jeprat-jepret..

gimana, tertarik buat main? ^^

July 18, 2009

Miyazaki's Spirited Away

hei hei teman-teman.. kali ini aku mau ngebahas tentang satu movie Jepang. mungkin ada temen-temen yang udah nonton? judulnya Spirited Away (Sen to Chihiro no Kamikakushi) animasi ini adalah hasil karya dari sutradara animasi senior terkenal Miyazaki Hayao dari Studio Ghibli pada tahun 2001. wah udah lama, ya ^^ temen-temen tau nggak? animasi ini mendapat penghargaan Oscar sebagai Film Animasi Terbaik pada tahun 2003. penontonnya mencapai 23 juta orang, meraup hasil 30 milyar yen dan hebatnyaaa.. mengalahkan film Titanic! ^^ keren kan?


hmm.. aku menemukan film ini di toko DVD bajakan depan sekolah. biasa lah.. di Vertex. karena tertarik sama sinopsis dan cover DVD nya, aku beli deh. tambah lagi pas ngeliat nama Miyazaki Hayao dan Studio Ghibli. bodo amat deh uang habis, yang penting bisa bawa dan nonton di rumah.

akhirnya, animasi ini sukses bikin aku cengo dan nangis pas nonton endingnya. bener-bener bagus deh! SUMPAHNYA KEREN!! telat juga ya aku baru nge review sekarang. harusnya dari dulu, habisnya nggak sempet terus! hehe ^^a

ceritanya tentang gadis cilik bernama Chihiro, usianya masih sepuluh tahun. dia beserta ayah dan ibunya sedang dalam perjalanan pindah rumah. Chihiro sendiri merasa tidak suka dengan perjalanan ini. dia nggak mau pindah rumah. jadi selama perjalanan, Chihiro cuma tiduran di jok belakang sambil menahan tangis, seraya memeluk sebuah buket bunga hadiah perpisahan dari teman-temannya.
nah.. si ayah memutuskan untuk mengambil sebuah jalan. tapi makin lama mereka makin masuk ke sebuah hutan. Chihiro melihat sekeliling dan menemukan beberapa keganjilan dari jalan kecil itu, dimana terdapat beberapa patung-patung yang biasa ditemui di kuil dan bukan di jalan.
akhirnya mobil berhenti di depan sebuah terowongan besar. ayah dan ibu memutuskan untuk turun dan masuk ke dalam sana. Chihiro udah merengek-rengek minta pulang karena takut dan memiliki perasaan tidak enak, tapi orang tuanya nggak menghiraukan.

nggak lama berjalan, sampailah mereka di ujung terowongan yang tersambung dengan sebuah stasiun kereta api. tapi di sana sepi banget, nggak ada siapa-siapa. lanjut lagi, Chihiro dan keluarganya sampai di sebuah desa tak berpenghuni. sepiii.. nggak ada siapa-siapa. namun anehnya.. di sepanjang jalan banyak makanan-makanan enak yang tersedia. kayak jualan, tapi nggak ada penjualnya!
dengan tiis, ibu dan ayah Chihiro mulai makan. Chihiro terus berteriak minta pulang, tapi ayah dan ibunya malah asyik makan. mungkin saking enaknya, cara makan mereka jadi nyeremin..
sementara kedua orang tuanya makan, gadis cilik ini berjalan-jalan melihat-lihat desa. ia sampai di depan sebuah istana yang sangat megah. di sana lah ia bertemu Haku, seorang anak laki-laki berpakaian seperti miko (kayak orang-orang kuil shinto gitu) yang langsung menyuruh Chihiro dan semua anggota keluarganya pergi dari desa tersebut sebelum matahari terbenam. panik, Chihiro langsung berlari kembali ke tempat orang tuanya makan. sepanjang jalan seiring matahari terbenam, Chihiro bertemu banyak makhluk-makhluk seperti shadow nya Persona Series yang bermunculan. lampu-lampu di desa itu mulai menyala satu persatu. dan temen-temen tau apa yang terjadi berikutnya? Chihiro menemukan kedua orang tuanya TELAH BERUBAH MENJADI BABI!


bayangkan kalo kalian jadi Chihiro!

ternyata seluruh penghuni desa itu adalah hantu dan makhluk-makhluk mitologi Jepang! dan istana yang tadi adalah tempat berendam air panas alias onsen! ^^ mulai banyak hantu-hantu berdatangan masuk ke onsen (yang menurutku lucu-lucu, kayak kodok berpakaian manusia, kuntilanak versi Jepang, monster gendut yang cuma pake cawat dll ^^), disambut para pelayan dan geisha yang hantu juga. Chihiro tambah panik. jalan menuju terowongan yang tadi juga udah berubah jadi danau. dia nggak bisa kembali ke tempat asalnya..
Haku pun segera menyusul Chihiro dan menemukan gadis itu meringkuk di samping danau, menangis. ia membantu Chihiro dan menjelaskan semuanya, termasuk kalau tempat mereka sekarang bukan untuk manusia. Haku juga bilang, kalau mau keluar dari tempat itu, ia akan membantu sebisanya. pertama Chihiro harus bekerja dulu di onsen untuk dapat bertemu Yubaba, bos terbesar di daerah sana ^^ dan ternyata.. untuk dapat bekerja untuk Yubaba, Chihiro harus menyetujui satu kesepakatan. namanya bukan lagi Chihiro, tapi Sen! namanya dicuri Yubaba dan perlahan-lahan ingatannya tentang nama aslinya terhapus!

nah, gimana nih nasibnya Chihiro? apa dia bisa membebaskan ayah dan ibunya yang jadi babi dan keluar dari desa itu? dibantu Haku, Kamaji si laba-laba berwajah kakek tua yang bekerja memanaskan air untuk onsen, dan Rin sesama pekerja di onsen, Chihiro memulai kehidupannya tinggal di dunia roh. di sana ia mengalami banyak hal, bertemu banyak hantu-hantu mengerikan dan banyak lagi.

animasi ini bagus banget. ceritanya kompleks, amanatnya banyak, soundtrack nya juga nggak murahan. Chihiro yang penakut berjuang sekuat tenaga untuk dapat menolong ayah ibunya, bekerja keras di onsen, sampai-sampai menghadapi seorang hantu tanpa wajah yang misterius dan super menyeramkan! di sini juga diceritakan gimana indahnya sebuah persahabatan. seseorang yang rela melakukan apa aja untuk menolong sahabatnya. pokoknya.. bener-bener two thumbs up ^^ aku nangis nonton endingnya, loh ^^
tapi ada juga nih kritiknya.. alur cerita tergolong lambat, dan banyak karakter yang entah asal-usulnya berasal dari mana. terlepas dari itu, animasi ini bagus kok. bagus banget. yah.. you know lah.. Studio Ghibli, Hayao Miyazaki pula ^^ udah ada yang pernah nonton Howl's Moving Castle atau My Neighbor Totoro? Spirited Away is awesome just like that ^^
© La Valse des Mots
Maira Gall